Distan Turunkan Petugas Kier Master, Pantau Kelayakan Daging Megang

Kategori : Peternakan dan Kesehatan Hewan Kamis, 22 Juni 2017

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Dua hari menjelang datangnya hari raya Idul Fitri atau yang sering disebut hari Megang, volume penyembelihan hewan ternak khususnya kerbau dan sapi di kabupaten Aceh Tengah diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Ini terkait dengan tingginya permintaan daging dari masyarakat untuk menyambut datangnya hari lebaran pada tahun ini, dan hal tersebut sudah biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah ternak yang dipotong dan dipasarkan di berbagai tempat, bukan hanya di pasar/pajak daging, membuat instansi terkait harus melakukan pengawasan ekstra terhadap penjualan daging tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari kemungkinan tertular penyakit akibat mengkonsumsi daging yang berasal dari hewan yang sakit dan memastikan bahwa semua daging yang akan dijual kepada konsumen telah melalui pemeriksaan kesehatan dan keamanan sesuai standar yang berlaku.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah yang membawahi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, selama 2 hari yaitu Jum’at dan Sabtu (23-24/6/2017) besok akan menurunkan Petugas Kier Master untuk melakukan pemeriksaan hewan potong dan penjualan daging dibeberapa titik penjualan baik diseputaran kota Takengon maupun di semua ibukota kecamatan. Keberadaan petugas kier tersebut adalah untuk memastikan bahwa daging yang dijual oleh para pedagang dalam kondisi layak dan aman dikonsumsi serta memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal)
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Bahrawati, pihaknya sudah menyiapkan 16 petugas untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun tempat penyembelihan ternak lainnya dan semua lokasi yang biasa dijadikan tempat penjualan daging megang

drh, Bahrawati, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan


“Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini kami juga kembali menurunkan petugas kier master untuk melakukan pemeriksaan di semua tempat pemotongan maupun tempat penjualan daging, baik di seputaran kota Takengon maupun di semua kecamatan dalam kabupaten Aceh Tengah, karena pada hari megang, lokasi pemotongan hewan dan penjulanan daging menyebar di semua wilayah, jadi kami harus melakukan pemeriksaan ekstra ke semua lokasi” ungkap Bahrawati usia memberikan arahan kepada para petugas kier.
Lebih lanjut Bahra menyatakan bahwa pemeriksaan ini bukan semata kegiatan rutin menjelang hari datangnya hari raya dimana tingkat konsumsi daging mengalami peningkatan, tapi sudah merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,
“Mengacu kepada Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Peraturan lainnya yang terkait dengan persyaratan pemotongan hewan ternak dan standar mutu maupun kemanan pangan daging, setiap aktifitas pemotongan hewan ternak dan penjualan daging kepada masyarakat umum, harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu, jika hewan atau daging tersebut menurut penilaian kami layak dan aman bagi konsumen, baru kami berikan ijin untuk dijual” jelas Bahra.
Untuk menjamin bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh para petugas benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan, menurut Bahra, pihaknya hanya menurunkan petugas-petugas yang sudah berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang kesehatan hewan dan standar kelayakan daging konsumsi, serta dibekali dengan peralatan lengkap untuk melakukan pemeriksaan.
Meski sudah menjadi tanggung jawab pihaknya, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan ini tetap berharap kerjasama dari pihak pedagang daging untuk tetap mematuhi semua ketentuan yang berlaku. Namun jika para petugas menemukan hewan berpenyakit menular yang dipotong secara illegal atau daging yang tidak memenuhi standar, pihaknya tetap akan melakukan tindakan tegas,
“Kami berharap kesadaran para pedagang daging untuk mematuhi ketentuan yang erlaku, namun jika petugas kami menemukan hewan potong yang tidak sehat atau berpenyakit menular atau daging yang tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi, kami akan mengambil tindakan tegas, yaitu melakukan penyitaan dan pemusnahan, ini semata-mata kami lakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat” pungkasnya.

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32