Menteri Pertanian Minta Penyuluh "Melek" Teknologi

Kategori : Penyuluhan Pertanian Rabu, 13 September 2017

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang baru diangkat menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan Pegawai Negeri Sipil (PPL PNS) untuk melek teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi (internet), penyuluh bisa mengetahui inovasi pertanian terbaru.
Amran mengatakan, sekarang ini hampir seluruh penyuluh sudah mempunyai ponsel pintar. Dengan alat komunikasi tersebut bisa dimanfaatkan mencari dan membaca berita-berita mengenai pencapaian pertanian saat ini.
“Kalian contoh teknologinya karena dengan adanya hal-hal positif ini membuka semangat kalian untuk dapat meningkatkan produksi di wilayah binaan kalian,” kata Amran saat memberikan Pengarahan dan Pelepasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Jakarta, Selasa (12/9).
Pada kesempatan itu Amran mengatakan, kenaikan produksi komoditi utama yang masuk ke Program Upaya Khusus (Upsus) telah menjadikan pertanian Indonesia mampu digenggam di negeri sendiri. Saat ini Indonesia sudah tidak impor, bahkan ada beberapa daerah yang ekspor.
“Kalian tahu daerah perbatasan? Dulu daerah-daerah perbatasan ini pangannya datang dari negeri tetangga. Tapi sekarang mampu memproduksi sendiri, bahkan negara tetangga mulai mengekspor dari kita,” katanya.
Amran menceritakan, di Lingga (Kep. Riau) sebelumnya bukan penghasil padi, tapi setelah ditelaah sekarang mampu memproduksi padi organik dan berpeluang untuk ekspor ke negara Singapura. “Merauke sekarang juga sudah dapat mengekspor ke Papua Nugini. Ya jelas program menumbuh-kembangkan daerah perbatasan yang dicanangkan Presiden RI (Joko Widodo), saya rasa sudah mulai berhasil. Untuk menunjukan taring Indonesia, dimulailah dari daerah perbatasan,” tegasnya.
Bukan hanya produksi padi saja yang mengalami peningkatan, produksi bawang merah pun sudah mulai menampakan hasil. Kini produksi bawang merah sudah di ekspor ke Thailand dan Singapura. “Lihat. Dulu mana pernah bawang merah kita menembus Thailand dan Singapura. Sekarang, lihat buktinya, kita mampu ekspor ke sana,” kata Amran bangga. (Fathan Muhammad Taufiq, Sumber : Kementerian Pertanian/Tabloid Sinar Tani)

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32