Kadistan Panen Bawang Merah di Bintang

Kategori : Hortikultura Jumat, 27 Oktober 2017

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

 

Bawang Merah (Allium cepa L) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang sangat potensial di kembangkan di kabupaten Aceh Tengah. Hampir semua wilayah kecamatan seperti Lut Tawar, Bintang, Kebayakan, Jagong Jeget, Atu Lintang, Ketol, Bebesen, Silih Nara dan lainnya, berpotensi untuk pengembangan komoditi pertanian strategis ini. Pemerintah melaui Kementerian Pertanian juga terus gencar untuk mengembangkan komoditi ini, karena permintaan konsumen akan komoditi ini setiap tahun juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Melalu program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedele, Bawang Merah, Cabe, Sapid an Tebu (Upsus Pajale Babe Sate), Kementan juga terus menggenjot produksi bawang merah, termasuk di kabupaten Aceh Tengah.
Melalui program upsus tersebut, pada tahun 2017 ini Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah juga telah mengembangkan komoditi bawang merah ini di beberapa lokasi, diantaranya di kecamatan Jagong Jeget dan Bintang. Kegiatan yang didanai anggaran APBN Kementerian Pertanian ini cukup berhasil dilaksanakan di kabupaten Aceh Tengah. Di kecamatan Bintang misalnya, areal pengembangan bawang merah seluas 1 hektar yang berlokasi di kampung Genuren ini, juga terlihat berhasil dengan baik.
Seperti terlihat hari ini, Selasa (24/10/2017) saat Kepala Dinas Pertanian, drh. Rahmandi, M Si didampingi Camat, Kepala BPP Bintang, para tokoh masyarakat dan ulama di kecamatan Bintang melakukan penen pada lahan upsus tersebut. Rahmandi terlihat sumringah, hasil panen kali ini sangat memuaskan, bawang merah yang dihasilkan dari lahan tersebut sangat bagus kualitasnya dan cukup tinggi produktivitasnya. Pengembangan bawang merah di kampung Genuren ini dilaksanakan oleh petani dengan pendampingan oleh penyuluh pertanian di BPP Bintang.
Menurut Kabid Hortikultura, Busra Aradi yang mendampingi Kepala Dinas melakukan panen tersebut, dari lahan seluas 1 hektar tersebut mampu menghasilkan tidak kurang dari 6 ton bawang merah dengan kualitas baik. Menurutnya, produktivitas ini sudah hampir menyamai produktivitas nasional yang rata-rata mencapai 7 ton per hektar.
Sementara itu dihadapan Camat, ulama dan tokoh masyarakat, Babinsa dan para penyuluh dan petani setempat, Rahmandi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pengembangan bawang merah di daerah ini. Ini menunjukkan bahwa kecamatan Bintang memiliki potensi untuk pengembangan komoditi ini untuk skala yang lebih luas. Bagi petani di kecamatan Bintang sendiri, komoditi bawang merah sebenarnya bukan ‘barang baru’, karena jauh sebelumnya, para petani di kampung Rawe, masih di kecamatan Bintang, juga sudah lama mengembangkan komoditi ini, bahkan luasnya mencapai puluhan hektar.
Dari segi ekonomi, budidaya bawang merah juga sangat prospektif, karena harga bawang merah di pasaran termasuk relatif stabil. Kalaupun terjadi fluktuasi harga, biasanya tidak terlalu signifikan, sehingga usaha tani bawang merah tetap merupakan usaha yang menguntungkan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmandi berpesan kepada para petani agar tidak berhenti mengembangkan komoditi yang berprspek ekonomi cukup tinggi ini.
“Hari ini kita sudah membuktikan bahwa wlayah kecamatan Bintang sangat potensial untuk pengembangan bawang merah, saya meminta kepada saudara-saudara petani yang ada disiti untuk tidak berjhenti mengembangkan komoditi ini, karena budidaya bawang merah sangat menguntungkan petani, ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan saudara sekalian” ungkap Rahmandi.
Lebih lanjut Rahmandi juga berharap petani jangan hanya bergantung kepada bantuan sarana produksi dari pemerintah, namun lebih mengedepankan kemandirian, karena menurutnya tidak selamanya aka nada bantuan dari pemerintah. Sementara dari analisa usaha tani, keuntungan dari usaha tani bawang merah ini bisa menjapai tiga kali lipat dari biaya yang dikeluarkan oleh petani.
“Bantuan pemerintah sifatnya hanya stimulan atau perangsang, kedepan suadra-saudara harus mampu mandiri dalam usaha tani bawang merah ini, karena kalau dihitung-hitung secara analisa usaha tani, budidaya bawang merah ini menjanjikan, keuntungannya bisa tiga kali lipat dari biaya produksi yang dikeluarkan” pungkasnya.

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32