Rahmandi Optimis Target Upsus SIWAB di Aceh Tengah Tercapai

Kategori : Peternakan dan Kesehatan Hewan Kamis, 09 November 2017

 

 

Dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi daging dalam negeri serta mengatasi ketergantungan terhadap daging sapi impor, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sejak awal tahun 2017 ini telah meluncurkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Upsus yang merupakan program nasional ini diepruntukkan bagi semua wilayah Indonesia, termasuk kabupaten Aceh Tengah.
Menindaklanjuti program Upsus tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah juga sudah melaksanakan program SIWAB ini sejak bulan Februari 2017 lalu dengan menyiapkan beberapa petugas inseminator untuk mendukung program ini.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, drh Rahmandi Msi, Rabu (8/11/17) dalam kegiatan sinkronisasi birahi dan Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Jagong Jeget mengatakan, melalui program UPSUS SIWAB tahun 2017 Aceh Tengah ditargetkan dapat meningkatkan populasi sebanyak 1.477 ekor sapi. Dipilihnya kecamatan Jagong Jeget sebagai lokasi kegiatan sinkronisasi ini karena di kecamatan ini potensi peternakan khususnya sapi berkembang sangat baik dan petani ternak di wilayah ini dinilai cukup berhasil dalam program SIWA ini dan berdasarkan evaluasi dari pihaknya, kecamatan Jagong Jeget merupakan wilayah yang pertumbuhan populasi ternaknya melalui IB paling tinggi.
“Kecamatan Jagong Jeget hasil IB mencapai 361 ekor terdiri dari 283 ekor betina dan 170 ekor jantan,” tambah Rahmandi.
Rahmandi optimis tahun ini target tersebut dapat tercapai mengingat hampir setiap hari ada sapi yang lahir melalui IB maupun kawin suntik.

Lebih lanjut Rahmandi menyebutkan dari hasil pemeriksaan kebuntingan, hingga saat ini terdapat 842 ekor sapi bunting, kemudian sapi yang lahir hasil IB telah mencapai 522 ekor dan penanganan gangguan reproduksi sebanyak 250 ekor.
Sementara secara keseluruhan di Kabupaten Aceh Tengah populasi sapi saat ini mencapai 9.479 ekor, masih lebih sedikit dari populasi kerbau yang berjumlah 12.954 ekor.
.
Dalam acara sinkronisasi Upsus SIWAB tersebut juga hadir pejabat dari Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian, Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Bupati Aceh Tengah terpilih , Camat beserta Muspika Kecamatan Jagog Jeget, para Kepala BPP dan ratusan petani ternak di wilayah tersebut.
Pada kesempatan itu Staf Ahli Kementerian Pertanian bidang lingkungan Ir Mukti Sarjono MSc mengatakan melalui kegiatan SIWAB dapat mengurangi ketergantungan daging sapi impor.
“Biasanya setiap tahun lebih kurang 500.000 ekor sapi kita impor dari Australia dan Selandia Baru. Dengan kegiatan ini kita berharap tidak lagi mengimpor daging setiap tahunnya,” kata Mukti.
Sementara itu Sekretaris Daerah Aceh Tengah H. Karimansyah I, SE, MM yang hadir mewakili pemerintah kabupaten Aceh Tengah pada kesempatan tersebut mengharapkan petani ternak yang ada di daerah itu untuk terus memberi dukungan dalam upaya mengoptimalkan swasembada daging melalui program SIWAB.
“Pemerintah pusat, povinsi dan kabupaten berkomitmen memberi perhatian terhadap kegiatan swasembada daging ini, karena itu perlu dukungan dan sinergi semua pihak,” kata Karimansyah.
Selain itu, menurutnya Pemkab Aceh Tengah akan terus menambah tenaga ahli dibidang peternakan.
“Minimal ada satu tenaga ahli untuk masing-masing kecamatan agar program ini dapat cepat tercapai,” demikian Karimansyah. (Fathan Muhammad Taufiq)

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32