20 Siswa SMK PP Bireuen Praktek Lapang di Peternakan Buntul Pediwi

Kategori : Peternakan dan Kesehatan Hewan Selasa, 13 Maret 2018

Catatan : Fathan Muhammad Taufiq *)


Ilmu, skill dan pengalaman Sukarman sebagai seorang petugas peternakan dan kesehatan hewan, sudah tidak diragukan lagi. Nyaris semua peternak yang ada di seantero dataran tinggi Gayo ini mengenal sosok petugas yang mrah senyum dan peramah ini, karena baginya tidak ada hari tanpa keberadaannya di sisi para peternak. Mulai dari pelayanan Inseminasi Buatan (IB), mengobati ternak yang sakit, menolong persalnan ternak, sampai meberikan pelatihan dan pembelajaran teknis budidaya ternak, sudah merupakan ‘makanan-sehari-hari’ bagi Sukarman atau yang dikenal dengan panggilan Sukarman Pediwi ini.
Kalau pegawai lainnya punya batasan jam kerja dari jam 08.00 sampai 14.45, tapi bagi Sukarman seperti tidak ada batasan ‘jam kerja’. Pengabdiannya kepada petani dan peternak di dataran tinggi Gayo, nyaris 24 jam, kapan saja dia dibutuhkan oleh peternak, dia akan slalu ‘stand by’, bahkan sampai malam atau dini hari sekalipun. Setiap kali HPnya bordering, tanda ada panggilan dari peternak, tanpa menunda waktu, Sukarman akan langsung bergerak ke ‘TKP’, itulah sebabnya rata=rata peternak di seputaran kabupaten Aceh Tengah, selalu merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas peternakan ini.
Meski hanya mengantongi ijazah SPP SNAKMA, skill yang dimiliki Sukarman bahkan melebihi skill yang dimiliki dokter hewan sekalipun. Baginya, pendidikan formal hanyalah sebuah simbol, sementara skill akan sangat ditentukan oleh pengalaman dan kemauan untuk terus mengasah kemampuan. Dan pengalaman selama puluhan tahun menggeluti profesi sebagai petugas peternakan ini, telah membuat Sukarmat menjadi sangat ‘matang’ di bidangnya. Ketika menolong persalinan ternak misalnya, kesabaran dan ketelatenan Sukarman bisa melebihi seorang bidan yang menolong kelahiran manusia. Begitu juga ketika sedang melakukan pengobatan ternak yang sakit, ketelitiannya juga melebihi seorang dokter.


Kelola usaha peternakan sapi perah.
Meski kesibukan sehari-harinya sangat menyita waktunya, Sukarman masih menyempatkan diri untuk membuka usaha peternakan sapi perah di seputran tempat tinggalnya di Buntul Pediwi, Bebesen, Aceh Tengah. Selain sebagai usaha keluarga, sebenarnya tujuan Sukarman beternak sapi perah ini adalah sebagai wahana percontohan dan pembelajaran, karena selama ini peternakan sapi perah belum banyak berkembang di daerah ini.
Tidek meleset dari tujuan awal, peternakan sapi perah yang dikelolanya, saat ini memang sudah ‘menjelma’ seperti tempat pelatihan budidaya ternak bagi petani, destinasi kunjungan study banding dan tempat penelitian bagi para mahasiswa, dan belakangan juga menjadi obyek praktek lapang bagi para siswa sekolah kejuruan. Secara fisik, peternakan yang dikelola oleh Sukarman memang sangat berhasil. Sistim perkandangan dengan sanitasi yang baik, pengelolaan pakan ternak dan pemeliharaan kesehatan ternak, menjadi kunci keberhasilannya dalam mengelola usaha ternak sapi perah yang termasuk masih langka di daerah ini.
Kini, puluhan liter susu segar mampu dihasilkan dari usaha peternakan ini setiap hari, dan konsumen susu segar di kota Takengon dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mendapatkan susu segar. Kandungan collagen, beta karoten dan omega 3 dalam susu segar memang sangat baik untuk menjaga kesehatan. Artinya secara tidak langsung, Sukarman juga sudah punya andil besar dalam menjaga kesehatan warga di daerahnya dengan menyediakan susu segar yang dihasilkan dari usaha peternakannya ini. Selain sehat, susu segar juga alami, karena tidak tercapur sedikitpun dengan bahan pengawet, sehingga sangat aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi masyarakat. Akhirnya ada semacam ‘simbiosis mutualisma’ antara Sukarman dan keluarganya dengan masyarakat konsumen susu segar. Di satu sisi, Sukarman memperoleh penghasilan tambahan yang tentu saja halal dan disisi lain masyarakat mendapat manfaat sehat dari mengkonsumsi susu segar ini.


Siswa SMK PP Bireuen Praktek Lapangan di Buntul Pediwi
Beberapa bulan yang lalu, usaha peternakan sapi perah Buntul Pediwi ini pernah mendapat kunjungan study banding dari para guru dan perwakilan siswa Sekolah Menngeh Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Bireuen. Rombongan dari SMK PP Bireuen tersebut merasa kagum melihat pengelolaan peternakan sapi perah milik Sukarman yang sangat baik ini dan belum pernah mereka lihat di daerah lain di Aceh sebelumnya. Begitu juga penjelasan yang diberikan oleh Sukarman tentang teknis budidaya sapi perah, membuat mereka ‘terkesima’ dan sangat terkesan.
Kesan baik itulah yang akhirnya menjadi pertimbangan manajemen SMK PP Bireuen untuk mengirimkan para taruna (sebutan untk siswa SMP PP) untuk menjalankan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) di komplek peternakan Buntul Pediwi ini. Dengan senang hati, Sukarman pun menerima permintaan ‘magang’ bagi para taruna jurusan peternakan dari pesisir Aceh ini, karena baginya berbagi ilmu adalah sebuah pekerjaan mulia.
Diantar langsung oleh kepala SMK PP Bireuen, Muhammad Nasir dan beberapa guru di sekolah itu, awal ulan lalu 20 taruna sekolah kejuruan itu resmi ‘mondok’ di rumah Sukarman untuk menjalankan PPL selama bulan, Memang, kehadiran para taruna ini membuat beban tugas Sukarman menjadi bertambah, karena selain sebagai tuan rumah, dia juga segaligus diminta untuk menjadi pembimbing para siswa tersebut. Namun tidak ada masalah bagi petugas peternakan senior ini, akrena dia sudah terbiasa menerima kunjungan dari berbagai kalangan, juga sudah sering membimbing praktek para siswa lainnya.
Bak seorang instruktur, setiap pagi Sukarman pun memimpin apel para taruna SMK PP ini, selain untuk menjaga disiplin para taruna, juga untk memberikan arahan kepada mereka apa yang akan dikerjakan pada hari itu. Selain fokus pada peternakan sapi perah yang dikelolanya sebagai obyek praktek para taruna, Sukarman juga mengajak para taruna itu untuk ‘terjun’ langsung ke masyarakat ikut memberikan solusi kepada mereka yang mebutuhkan pelayanan peternakan, seperti pelayan IB, pengobatan ternak sampai membantu persalinan ternak.
Para tarunapun terlihat antusias, karena mereka bisa melihat langsung sang ‘instruktur’ memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini tentu sangat baik untuk bekal mereka kelak ketika mereka kemudian terjun ke masayarakat. Meski tegas dalam menjalankan disiplin, namun Sukarman tetap mengedepankan suasana kekeluargaan dalam menghadapi para taruna peternakan tersebut. Membimbing dengan penuh kesabaran dan keteletanan, membuat para siswa ini merasa betah berada di bawah bimbingan sang instruktur.
Tinggal beberapa hari saja para siswa SMK ini menuntaskan ‘tugas’ mereka, tapi sepertinya mereka masih merasa betah berlam-lama bersama sang ‘guru’, karena semakin lama bersama sang guru, tentu semakin banyak ilmu yang dapat mereka adopsi. Namun karena mereka juga harus mengikuti tahapan pendidikan lainya di sekolah mereka, akhirnya dengan berat hati mereka harus meningggalkan tempat praktek yang sangat menyenangkan itu. Tapi meski nantinya mereka akhirnya harus kembai ke ‘pangkalan’ mereka, sudah banyak ilmu yang mereka dapatkan di tempat ini. Susasana kekeluargaan yang hangat seperti yang mereka rasakan selama berada ditempat ini, tentu menjadi kesan indah yang tidak mudah dilupakan.
Meski hanya dua bulan berada di tempat ini, setidaknya sudah beberapa ilmu yang mampu mereka serap dari sang senior. Ilmu tentang teknis budidaya ternak, manajemen pengelolaan usaha peternakan dan ilmu kewirausahaan adalah beberapa diantaranya. Selain ilmu, mereka juga mendapatkan skill tentang bagaimana memberikan pelayanan IB, memberikan pengobatan pada ternak sakit dan membantu persalinan ternak, sebuah skill yang sangat dibutuhkan mereka, karena pada saatnya nanti merke juga akan kembali ke masayarakat.
Tanpa mengandalkan ijazah atau gelar, ternayata sosok bersahaja Sukarman, justru telah mampu berbuat banyak yang kesemuanya sangat bermanfaat. Sebuah contoh keikhlasan dan totalitas seorang abdi Negara dan abdi masarakat yang pantas menjadi contoh bagi siapa saja.
*) Staf Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, kontributor berita/artikel pertanian di media cetak dan online.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32