Staf Distan ini Diundang "Khusus" oleh Wabup Untuk Beri Motivasi Kepada Penyuluh Bener Meriah

Kategori : Edukasi Kamis, 26 April 2018

Terus eksis menulis berita dan artikel pertanian di berbagai media, membuat penulis asal Gayo yang mefokuskan diri di bidang pertanian ini akhirnya mulai dikenal banyak orang. Fathan Muhammad Taufiq yang pekerjaan utamanya adalah staf pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah ini, kemudian lebih dikenal oleh publik sebagai seorang penulis, kolumnis dan kontributor berita maupun artikel pertanian di media cetak meupun online. Itulah yang kemudian membawanya sering diundang untuk memberikan motivasi menulis, khususnya di kalangan penyuluh pertanian, bukan hanya di daerah tempat dia bertugas, tapi juga mulai dikenal di tingkat provinsi bahkan ‘link’nya sudah sampai ke tingkat pusat, karena selama ini dia juga eksis menulis di media pertanian nasional seperti Tabloid Sinar Tani dan Majalah Swa Daya.
“Sepak terjang” penulis yang lebih suka menyebut dirinya sebagai “Si Renul” ini, akhirnya terdengar oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Aceh, Tgk.H. Syarkawi Abdus Shamad yang kemudian menjalin komunikasi intens dengan penulis ini. Meski tidak memiliki kedekatan pribadi dengan orang nomor dua di kabupaten Bener Meriah ini, namun sepertinya Tgk Syarkawi yang akrab disapa Abuya ini cukup merespon dan mengapresiasi kiprah yang telah dilakukan oleh penulis ini dalam mengangkat potensi pertanian dan kiprah para pelaku pertanian di dataran tinggi Gayo.
Melihat potensi ‘Si Renul’ yang dianggapnya bisa memberi motivasi bagi aparatur pertanian, khususnya para penyuluh pertanian di daerah yang dipimpinnya, Abuya kemudian melayangkan undangan ‘mendadak’ kepada sang penulis. Meski agak terkejut, bagi Fathan, undangan ‘khusus’ dari Abuya ini tentu merupakan sebuah kehormatan, itulah sebabnya dia langsung menyanggupi permintaan wakil kepala daerah ini. Tapi yang akhirnya harus ‘kalang kabut’ dengan rencana dadakan Abuya ini adalah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah beserta jajarannya, karena hanya dalam tempo satu hari harus mempersiapkan tempat, mengatur segala sesuatunya serta menghubungi semua penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah tersebut.
Namun berkat koordinasi yang baik dari Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Sudarman, SP dibantu oleh Kabid. Penyuluhan, Zulbahri, SP beserta jajarannya, akhirnya acara dadakan itupun dapat terselenggara. Lebih dari seratus orang atau sekitar 90 persen penyuluh pertanian yang bertugas di semua wilayah kabupaten Bener Meriah akhirnya bisa hadir mengikuti acara yang digelar di Aula Kebun Percobaan Kopi Gayo, Pondok Gajah, Rabu (25/4/2018) kemarin.
Yang kemudian menjadi agak ‘syok’ adalah Si Renul yang ternyata dalam pertemuan bertajuk “Silaturrahmi Penyuluh Pertanian se Kabupaten Bener Meriah” ini, sang penulis sudah di ‘setting’ menjadi pembicara utama dalam pertemuan ini bersama sang Wakil Bupati. Penulis yang pernah menerbitkan buku “Inspirasi Dari Gayo” ini mengira kalau pertemuan itu merupakan agenda rutin yang menghadirkan banyak nara sumber. Tapi dugaannya meleset, karena dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Bener Meriah, Abd. Muis, ST, MT, Plt. Kadis Pertanian dan Pangan, Sudarman, SP, Kepala Kebun Percobaan Kopi Gayo. Ir. Khlaid, Kabid Penyuluhan, Zulbahri, SP dan jajaran Dinas Pertanian BM itu ternyata hanya Abuya dan Fathan yang kemudian tampil sebagai pembicara dalam pertemuan tersebut.
Dalam sambutannya, Abuya mengungkapkan bahwa sebenarnya beliau sudah lama mengetahui kiprah penulis Gayo yang sudah sering diundang sebagai motivator bagi penyuluh pertanian di berbagai tempat ini,
“Saya memang hanya mengenal pak Fathan melalui media social, tapi saya sudah lama tau kiprahnya dalam memberikan motivasi kepada penyuluh pertanian di tingkat provinsi bahkan nama beliau juga sudah cukup dikenal di tingkat Kementerian Pertanian berkat tulisan-tulisan beliau di media pertanian nasional, rugi rasanya kalau kita yang tinggal di Gayo ini tidak bisa memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang beliau miliki” ungkap Abuya “Itulah sebabnya, secara khusus saya mengundang pak Fathan dalam pertemuan ini, saya berharap pak Fathan bisa berbagi ilmu dan pengalaman segaligus memberi motivasi kepada teman-teman penyuluh pertanian yang ada di kabupaten Bener Meriah demi kemajuan pertanian di daerah kita” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan arahan kepada para penyuluh pertanian yang hadir dalam pertemuan tersebut, Abuya juga menerima berbagai masukan terutama kendala-kendala yang dihadapi para penyuluh di lapangan. Beliau juga berharap, pertemuan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga pihaknya dapat menginventarisi permasalahan yang ada sekaligus mencarikan solusinya.
Sebelum menyampaikan materi, Fathan Muhammad Taufiq sempat menyerahkan kenang-kenangan kepada Wakil Bupati Bener Meriah berupa buku “Inspirasi Dari Gayo’ yang telah dirilisnya pada tahun 2016 yang lalu. Orang nomor dua di kabupaten penghasil Kopi Gayo dan Kentang itu, sangat terkesan dengan kenang-kenangan yang diberikan oleh penulis ‘renul’ ini, spontan beliau tanpa sungkan memeluk sang penulis yang diringi tepuk riuh para peserta pertemuan.


Meski dihubungi secara mendadak, namun Fathan masih sempat menyiapkan materi yang kemudian disampaikan dalam pertemuan itu, karena ini bukan yang pertama kali baginya menyampaikan materi seperti ini. Sebelumnya, dia pernah beberapa kali diundang oleh Balai Diklat Pertanian Aceh menjadi nara sumber maupun pemateri Bimbingan Teknis (Bimtek) maupun Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian. Dalam kesempatan tersebut, Fathan mengungkapkan bahwa potensi pertanian di kabupaten Bener Meriah sangat luar biasa, namun sangat disayangkan jarang terekspose keluar. Begitu juga dengan sumber daya manusia penyuluh pertanian di daerah ini, juga sangat potensial dan sarat prestasi, namun lagi-lagi tidak muncul ke permukaan karena minimnya publikasi. Untuk itu, dia berharap agar para penyuluh juga aktif menjadi agen informasi yang mampu mengangkat potensi dan kiprah SDM pertanian melalui media, karena menurutnya peran media pada saat ini sangat vital dan menentukan.
“Kalau kita melihat pembangunan pertanian di daerah lain, terutama di pulau Jawa, mereka bisa maju karena mereka aktif mempublikasikan ptensi dan aktifitas pertanian mereka melalui media, dengan tereksposnya potensi pertanian melalui media, kemudian membuka peluang investasi, kemitraan dan pemasaran hasil pertanian” ungkap Fathan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa para penyuluh yang bertugas di daerah ini juga punya tanggaung jawab moral untuk ikut mempromosikan dan mempublikasikan potensi pertanian di daerah mereka. Untuk itu dia berharap setiap penyuluh bisa menulis, dan dia juga menyatakan kesiapannya untuk sharing pengalaman kepada para penyuluh untuk membantu mereka memulai aktifitas menulis, terutama menulis di media. Selain untuk memperkenalkan potensi pertanian dan mengangkat kiprah para pelaku utama di bidang pertanian, aktifitas menulis juga bisa menjadi sarana untuk mempercepat karir kepangkatan penyuluh.
“Sebenarnya bagi teman-teman penyuluh, kalau mau aktif menulis, akan memperoleh manfaat dan keuntungan ganda, pertama bisa membantu pemerintah daerah untuk mengangkat potensi sumberdaya pertanian, yang kedua para penyuluh juga akan mendapatkan angka kredit dengan nilai yang cukup tinggi dari aktifitas menulis ini, dan ini dapat menunjang karir kepangkatan teman-teman, karena bagi pejabat fungsional seperti penyuluh pertanian, kenaikan pangkatnya sangat ditentukan oleh capaian angka kredit yang dperolehnya” lanjut staf Dinas Pertanian yang low profile ini.
Kepada para penyuluh di kabupaten Bener Meriah, penulis ini juga berpesan agar para penyuluh terus mengasah potensi dan mengembangkan profesi penyuluh agar bisa menjadi seorang penyuluh yang professional. Dalam materi yang disampaikannya, si Renul juga menyelipkan tips gar bisa jadi ‘penyuluh zaman now’.
“Untuk bisa jadi penyuluh zaman now, penyuluh harus Ramah teknologi, Ramah Media, Kaya Inovasi, Kaya Literasi, Tanggap Perubahan dan Paham Aturan Perundang-undangan, pembangunan petanian bergerak sangat dinamis, kalau teman-teman penyuluh tidak mampu mengikuti dinamisasi tersebut, maka kita akan terus tertinggal” pungkasnya.
Di kahir pertemuan, penulis ‘renul’ ini juga mempersilahkan kepada para penyuluh di Bener Meriah untuk melanjukan komunikasi dengannya melalui telepon, WA maupun media sosial. (*)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32