Prediksi BMKG, Hajan Masih Akan Guyur Wilayah Tengah Sampai Akhir Mei

Kategori : Iklim dan Cuaca Rabu, 23 Mei 2018

Catatan : Fathan Muhammad Taufiq *)


Terjadinya longsor yang menutupi jalan-jalan utama dan anjloknya badan jalan yang terjadi pada beberapa titik di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam sepekan ini, ditengarai akibat tingginya intensitas curah hujan di wilayah tengah Aceh belakangan ini. Begitu juga dengan banjir yang terjadi diwilayah hilir aliran sungai yang berhulu di dataran tinggi Gayo, maupun banjir bandang di beberapa wilayah di bagian tengah Aceh yang sempat menggenangi areal pertanian. Kondisi tersebut sejatinya sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang telah membuat analisis curah hujan bulan April 2018 dan prakiraan curah hujan bulan Mei, Juni dan Juli 2018. Prediksi yang dikeluarkan oleh BMKG tersebut didasari analisis sifat hujan dan hasil pantauan satelit cuaca Himawari yang terus memantau perkebangan pembentukan awan yang berpotensi menjadi curah hujan.
Berdasarkan analisis BMKG yang penulis terima dari Stasiun Klimatologi Aceh Besar, untuk wilayah tengah Aceh, peluang terjadinya curah hujan masih sangat tinggi terutama pada dasarian kedua (tanggal 11 sampai 20) dan dasarian ketiga (tanggal 21 sampai 31) bulan Mei 2018 ini. Artinya, sampai dengan akhir bulan Mei 2018 ini, diprediksi masih sangat berpeluang terjadi curah hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi di wilayah yang didominasi topografi pegunungan ini. Prakiraan curah hujan tersebut kemudian dikuatkan dengan early warning (peringatan dini) cuaca yang penulis terima dari BMKG melalui jaringan Whats App (WA) setiap hari. Dalam early warning tersebut, pihak BMKG selalu mengingatkan kepada publik untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengantingginya curah hujan di wilayah ini, karena curah hujan bisa terjadi sejak tengah hari hari mulai jam 13.00 atau 14.00 WIB sampai dengan jam 23.00 menjelang tengah malam. Dalam peringatan dini tersebut, pihak BMKG juga mengingatkan kemungkinan terjadinya curah hujan yang disertai dengan petir.
Prediksi tersebut nyaris tidak meleset jika dibandingkan dengan hasil pencatatan data curah hujan yang penulis lakukan secara manual setiap hari. Dari catatan curah hujan yang penulis dapatkan adari alat penakar curah hujan manual yang terpasang di wilayah Pegasing, Aceh Tengah, peningkatan curah hujan mulai terlihat pada dasarian kedua bulan Mei 2018 ini. Jika pada dasarian pertama (tanggal 1 sampai 10) curah hujan hanya tercatat 40 mm, pada dasarian kedua, terjadi lonjakan drastis jumlah curah hujan menjadi 300 mm. Dan memasuki dasarian ketiga, curah hujan di wilayah tengah Aceh ini juga masih menunjukkan intensitas sedang sampai tinggi. Korelasi antara analisis, prakiraan dan catatan data curah hujan tersebut kemudian menunjukkan gejala bahwa peluang curah hujan masih sangat mungkin terjadi di wilayah tengah Aceh ini sampai dengan akhir bulan Mei 2018 ini. Jika kondisi ini berlanjut sampai bulan Juni nanti, Insya Allah, penulis juga akan kembali merilis catatan terkait dengan kondisi tersebut.
Curah hujan yang cukup tinggi dengan rentang waktu yang cukup panjang, kemudian sangat berpotensi terjadinya bencana banjir bandang maupun tanah longsor, terutama pada wilayah-wilayah yang kondisi tanahnya termasuk labil dan rawan longsor.
Sebagai seorang pengamat curah hujan yang telah melakukan pencatatan data curah hujan sejak tahun 2008 yang lalu, penulis hanya dapat menyampaikan himauan kepada masyarakat khususnya pada dua kabupaten di dataran tinggi Gayo, untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan pengalaman penulis, ada beberapa tips yang dapat penulis sampaikan kepada masyarakat sebagai langkah antiipatif antara lain :
- Hindari aktifitas di sekitar daerah aliran sungai pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
- Segera lakukan evakuasi diri ketika terjadi gejala tanah longsor di sekitar tempat tinggal atau ketika berada di kebun, biasanya sebelum longsor terjadi, akan ditandai dengan suara gemuruh dan gerakan tanah yang semakan lama semakin cepat menyerupai gempa.
- Hindari melakukan perjalanan ketika curah hujan tinggi, terutama perjalanan yang melintasi jalan-jalan dengan kondiri tebing jalan tinggi dan rawan longsor.
- Ketika turun hujan disertai petir, hindari tempat-tempat lapang dan terbuka, usahakan berlindung pada bangunan-bangunan tertutup dan hentikan sementara penggunaan perangkat elektronik (hand phone, televisi, kompouter dan sebagainya).
- Lakukan pembersihan lingkungan terutama saluran drainase dan parit-parit di sekitar kediaman kita dari sampah maupun material lainnya yang mengganggu kelancaran air untuk menghindarai genangan air yang berpotensi menjadi banjir..
Informasi terkini tentang terjadinya longsor pada jalan lintas Takengon – Isaq terutama di kawasan Bur Lintang, dan anjloknya badan jalan lintas Takengon - Atu Lintang, banjir yang menngenangi lahan sawah di beberapa titik, luapan sungai Pesangan di lokasi wisata Krueng Simpo, adalah beberapa contoh kejadian bencana yang terjadi belakangan ini akibat masih tingginya intensitas curah hujan di wilayah tengah Aceh. Meskipun seluruh kejadian alam adalah mutlak menjadi kekuasaan Allah SWT, namun memperhatikan peringatan dini dan prakiraan cuaca yang didasari analilisis ilmiah sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi dini, merupakan langkah bijak untuk menghindari jatuhnya korban. Semoga bermanfaat.
*) Pengamat curah hujan dan peminat agroklimatologi di kabupaten Aceh Tengah.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32