Siswa SMK Negeri Takengon Belajar Tentang Bawang Merah di BPP Lut Tawar

Kategori : Edukasi Selasa, 04 September 2018

Oleh : SAFRIGA, petani muda pegiat pertanian di Dataran Tinggi Gayo.

 

Hari Kamis, 31 Agustus 2018, waktu menunjukan jam 09.00 Wib, iring-iringan embilan kendaraan roda dua yang rata rata berplat merah di bawah "komando" Atthaullah,SP, Kepala BPP Bebesen mulai melakukan perjalanan dari kantor BPP Bebesen yang beralamat di Kampung Empus Talu menuju wilayah kerja BPP Lut Tawar yang berada di Kampung Toweren UkenKecamatan Lut Tawar kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh.
Dalam perjalanan para Penyuluh dari BPP Bebesen dengan jarak tempuh sekitar 8 Km untuk menuju ke BPP Lut Tawar, mereka langsung 'disuguhi' pemandangan yang eksotis dari alam dengan latar belakang birunya air Danau Laut Tawar yang selama ini sudah menjadi salah satu ikon pariwisata dari  yang terkenal dengan hawanya yang sejuk itu.
Kedatangan para Penyuluhdari BPP Bebesen itu bukan sekedar untuk jalan-jalan biasa, karena mereka datang ke tempat 'saudara' mereka adalah untuk mengantar para Siswa SMK Negeri 2 Takengon yang kebetulan sedang elaksanakan kegiatan Praktek Lapang Industri (Prakerin) di wilayah kecamatan Bebesen. Meski acara ini terkesan dadakan, namun teman2 mereka di BPP Lut Tawar tetap memberikan sambutan hangat kepada rombongan dari kaki bukit Pantan Terong itu.

Di alula BPP Lut Tawar, mereka disambut langsung oleh sang Kepala BPP, Suyito, SP beserta seluruh jajaran penyuluh pertanian di BPP Lut Tawar. Hidangan kopi dan teh panas plus pisang goreng, menjadi penghangat suasana pertemuan pagi itu. Athaulllah selaku 'ketua rombongan' segera menyampaikan maksud kedatangan mereka yang tidak lain adalah untuk memberikan pembelajaran kepada padra siswa praktek lapang dari SMK Ndegeri 2 Takengon itu tentang seluk beluk budidaya bawang merah, karena selama ini BPP Lut Tawar dikenal sebagai salah satu BPP yang paling aktif dalam pengembangan komoditi bawang merah di Dataran Tinggi Gayo ini.

Usai beramah tamah , Suyito selaku tuan rumah segera mengajak tamu-tamunya untuk melihat langsung demplot bawang merah yang dikelola oleh BPP Lut Tawar. Diatas lahan seluas kurang lebih satu hektar itu, para siswa SMK diajak untuk belajar langsung di lapangan tentang teknik budidaya bawang merah. Dibimbing oleh Kaslil, penyuluh pertanian yang punya 'seabreg' pengalaman dalam budidaya bawang merah, para siswa praktek lapang itu terlihat antusias menyimak setiap penjelasanna dari sang mentor.

"Budidaya bawang merah itu sebenarnya tidak sulit, yang penting ada lahan, bibit atau benih bermemkualitas, pupuk kandang dan perawatan yang baik serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu, Insya Allah akan berhasil" jelas Kaslil yang pagi itu ditunjuk jadi mentor dadakan.

Lebih lanjut Kaslis menjelaskan tentang pemeliharaan dan perawatan tanaman bawang merah pada fase awal pertumbuhan, fase pembentukan dan pemadatan umbi sampai dengan penanganan pasca panen. Penyuluh yang sering diminta menjadi pemateri pelatihan bawang merah bagi petani ini juga menerangkan berbagai jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman bawang merah serta upaya penanggulangannya.

Sementara itu Kepala BPP Lut Tawar, Suyito mengungkapkan bahwa wilayah binaannya ini sudah beberapa tahun menjadi lokasi Upsus Bawang Merah karena kesesuaian iklim dan kondisi lahannya memang sangat mendukung untuk pengembangan komoditi bawang merah. Dia juga berharap para siswa SMK juga bisa menjadi pelopor pengembangan bawang merah di daerahnya masing-masing, karena usaha tani bawang merah prospek ekonominya sangat bagus.

"Sudah beberapa tahun belakangan ini, wilayah kami menjadi lokasi Upsus bawang merah, karena memang lahan dan iklimnya sangat sesuai untuk pengembangan komoditi ini, namun petani disini tidak sekedar bergantung pada bantuan pemerintah semata, mereka yang sudah merasakan keuntungan dari budidaya komoditi ini, kemudian melakukan kegiatan usaha tani bawang merah secara swadaya, saya berharap adik-adik siswa SMK nantinya bisa jadi pelopor pengembangan bawang merah ini di daerah masing-masing, karena prospek ekonominya sangat bagus, tanam bawang merah bisa membuat kalian cepat kaya" ungkap Suyito sedikit bersoloroh.

Lebih lanjut Suyitolaskan bahwa selain varietas lokal Lasun Gayo, di wilayah kecamatan Lut Tawar mulai dikembangkan varietas Batu Ijo yang berasal dari pulau Jawa, varietas ini menurutnya punya daya adaptatif di dataran tiinggi dan produktivitasnyapun cukup tinggi.

Bukan sekali ini saja BPP Lut Tawar dikunjungi mereka yang ingin belajar banyak tentang budidaya bawang merah, sudah sering para mahasiswa bahkan peneliti mengunjungi wilayah ini untuk melakukan praktek maupun penelitian. Para siswa prakerin dari SMK Negeri 2 inipun merasa beruntung bisa belajar langsung dari para pakar bawang merah. Begitu juga para penyuluh dari BPP Bebesen yang mendampingi para siswa tersebut, mereka bisa sharing pengalaman dengan teman-teman mereka dari BPP Lut Tawar.

"Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan dari BPP Lut Tawar yang telah sudi berbagi ilmu dan pengalaman tentang budidaya bawang merah, ini sangat bermanfaat bagi kami dan juga para siswa SMK yang sedang melakukan praktek lapang di wailayah BPP kami" ungkap Athaullah ketika berpamitan setelah seharian penuh menggali ilmu dan pengalaman dari teman-teman mereka di BPP Lut Tawar.

Kedepan, sepertinya wilayah BPP Lut Tawar, bukan saja akan menjadi sentra produksi bawang merah, tapi juga akan menjadi pusat pembelajaran usaha tani bawang merah bagi berbagai kalangan.

Editor : Fathan Muhammad Taufiq

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32