Aceh Tengah Bersiap Menjadi Sentra Produksi Bawang Merah

Kategori : Hortikultura Selasa, 04 September 2018

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq *)



“Saya sudah lama memperoleh informasi bahwa kabupaten Aceh Tengah memiliki potensi untuk pengembangan komoditi bawang merah, dan hari ini saya telah menyaksikan sendiri potensi tersebut, kedepan kami sudah proyeksikan daerah ini sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Aceh bahkan Sumatera”
Ungkapan tersebut disampaikankan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan , SP, MP ketika menghadiri kegiatan panen bawang merah di Kampung Pedemun kecamatan Lut Tawar, kabupaten Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut Hanan menyebutkan bahwa konsumsi bawang merah masyarakat Aceh saat mencapai 333 ton pertahun. Berdasar jumlah kebutuhan bawang merah tersebut dibutuhkan areal pertanaman bawang merah seluas 4.125 hektar. “Sebagian besar lahan Aceh Tengah sangat cocok untuk tanaman hortikultura, khusus untuk komoditi bawang merah akan menjadi proyeksi khusus bagi Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, potensi yang luar biasa ini harus mampu kita optimalkan” ungkapnya.
Program pengembangan bawang merah di Kampung Pedemun tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan 20 hektar lahan Bawang Merah di Kabupaten Aceh Tengah yang didanai APBN Kementerian Pertanian. Namun itu hanya bagian kecil dari total pengembangan komoditi bawang merah di kabupaten yang terletak di dataran tinggi Gayo, Aceh ini. Dari data statistik pertanian semester 1 tahun 2018, luas areal pertanaman bawang merah di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 482 Hektare, sebagian besar merupakan swadaya petani dan hanya sebagian kecil saja berasal dari bantuan pemerintah. Pengembangan komoditi bawang merah di daerah ini tersebar hampir di semua kecamatan, namun areal terluas berada di kecamatan Lut Tawar dan Bintang yang lokasinya berda di pinggiran Danau Laut Tawar. Kedepan, kata Hanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh akan lebih memprioritaskan pengembangan komoditi pertanian strategis ini di dataran tinggi Gayo.
“Potensi pengembangan bawang merah disini sangat besar, kami akan prioritaskan pengembagan komoditi ini dengan skala yang lebih besar pada tahun-tahun yang akan datang, karena tingkat keberhasilan budidaya bawang merah disini sangat besar dan semangat petani untuk membudidayakan bawang merah juga sangat tinggi” lanjut Hanan.
Tak hanya berfokus pada bawang merah, Hanan juga mengungkapkan potensi hortikultura lainnya seperti cabe, kentang jeruk keprok Gayo dan Alpukat juga akan menjadi proritas penganggaran. Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh juga fokus untuk peremajaan tanaman kopi, membantu alat dan mesin pertanian serta kegiatan penyuluhan.
Bupati dan Dandim mendukung
Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar yang turut serta panen bawang hari itu menyebutkan khusus tanaman Bawang Merah perlu terus dikembangkan sesuai dengan kelayakan lahan.
“Kualitas bawang yang dihasilkan oleh petani Aceh Tengah sangat baik dan sudah mulai masuk ke pasar di pulau Jawa khususnya Jabodetabek, ini perlu terus mendapat perhatian semua pihak untuk terus dikembangkan,” kata Shabela. Beliau juga sangat mengapresiasi besarnya bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk pengembangan pertanian dan perkebunan di daerah itu.
Seiring dengan upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Shabela mengatakan pihaknya juga melakukan hal yang sama. “Pemberdayaan penyuluh, peremajaan tanaman kopi serta pengembangan hortikultura juga merupakan konsen kami di daerah,” ujar Shabela.
Dalam kesempatan yang sama Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol Inf. Hendry Widodo juga menytakan kesiapan TNI untuk mendukung pengembangan komoditi bawang merah di wilayah teritorialnya.
“Sejak dimulainya Upsus Pajale Babe, kami dari TNI selalu bersinergi dengan rekan-rekan penyuluh pertanian untuk mensukseskan program prioritas pemerintah ini, termasuk dalam pengembangan komoditi bawang merah, kami selalu mengikut sertkan para Babinsa kami untuk ikut berperan aktif membantu para penyuluh melakukan pembinaan kepada petani” ungkap Hendry.
Saat ini pengembangn komoditi bawang merah memang sedang menjadi ‘tren’ bagi petani di tanah Gayo ini, karena dalam dua tahun terakhir, harga komoditi ini relatif stabil, sehingga petani sangat diuntungkan dengan membudidayakan komoditi ini. Selain varietas unggul lokal “Lasun Gayo” yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian sebagia varietas unggul lokal pada tahun 2017 yang lalu, petani Gayo juga mulai mengembangkan varietas Batu Ijo yang ternyata punya daya adaptasi yang cukup baik di dataran tinggi serta produktivitasnya juga cukup tinggi.
*) Staf Dinmas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, kontributor berita dan artikel pertanian di media cetak dan online.

Ungkapan tersebut disampaikankan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan , SP, MP ketika menghadiri kegiatan panen bawang merah di Kampung Pedemun kecamatan Lut Tawar, kabupaten Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut Hanan menyebutkan bahwa konsumsi bawang merah masyarakat Aceh saat mencapai 333 ton pertahun. Berdasar jumlah kebutuhan bawang merah tersebut dibutuhkan areal pertanaman bawang merah seluas 4.125 hektar. “Sebagian besar lahan Aceh Tengah sangat cocok untuk tanaman hortikultura, khusus untuk komoditi bawang merah akan menjadi proyeksi khusus bagi Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, potensi yang luar biasa ini harus mampu kita optimalkan” ungkapnya.
Program pengembangan bawang merah di Kampung Pedemun tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan 20 hektar lahan Bawang Merah di Kabupaten Aceh Tengah yang didanai APBN Kementerian Pertanian. Namun itu hanya bagian kecil dari total pengembangan komoditi bawang merah di kabupaten yang terletak di dataran tinggi Gayo, Aceh ini. Dari data statistik pertanian semester 1 tahun 2018, luas areal pertanaman bawang merah di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 482 Hektare, sebagian besar merupakan swadaya petani dan hanya sebagian kecil saja berasal dari bantuan pemerintah. Pengembangan komoditi bawang merah di daerah ini tersebar hampir di semua kecamatan, namun areal terluas berada di kecamatan Lut Tawar dan Bintang yang lokasinya berda di pinggiran Danau Laut Tawar. Kedepan, kata Hanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh akan lebih memprioritaskan pengembangan komoditi pertanian strategis ini di dataran tinggi Gayo.
“Potensi pengembangan bawang merah disini sangat besar, kami akan prioritaskan pengembagan komoditi ini dengan skala yang lebih besar pada tahun-tahun yang akan datang, karena tingkat keberhasilan budidaya bawang merah disini sangat besar dan semangat petani untuk membudidayakan bawang merah juga sangat tinggi” lanjut Hanan.
Tak hanya berfokus pada bawang merah, Hanan juga mengungkapkan potensi hortikultura lainnya seperti cabe, kentang jeruk keprok Gayo dan Alpukat juga akan menjadi proritas penganggaran. Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh juga fokus untuk peremajaan tanaman kopi, membantu alat dan mesin pertanian serta kegiatan penyuluhan.


Bupati dan Dandim mendukung
Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar yang turut serta panen bawang hari itu menyebutkan khusus tanaman Bawang Merah perlu terus dikembangkan sesuai dengan kelayakan lahan.
“Kualitas bawang yang dihasilkan oleh petani Aceh Tengah sangat baik dan sudah mulai masuk ke pasar di pulau Jawa khususnya Jabodetabek, ini perlu terus mendapat perhatian semua pihak untuk terus dikembangkan,” kata Shabela. Beliau juga sangat mengapresiasi besarnya bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk pengembangan pertanian dan perkebunan di daerah itu.
Seiring dengan upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Shabela mengatakan pihaknya juga melakukan hal yang sama. “Pemberdayaan penyuluh, peremajaan tanaman kopi serta pengembangan hortikultura juga merupakan konsen kami di daerah,” ujar Shabela.
Dalam kesempatan yang sama Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol Inf. Hendry Widodo juga menytakan kesiapan TNI untuk mendukung pengembangan komoditi bawang merah di wilayah teritorialnya.
“Sejak dimulainya Upsus Pajale Babe, kami dari TNI selalu bersinergi dengan rekan-rekan penyuluh pertanian untuk mensukseskan program prioritas pemerintah ini, termasuk dalam pengembangan komoditi bawang merah, kami selalu mengikut sertkan para Babinsa kami untuk ikut berperan aktif membantu para penyuluh melakukan pembinaan kepada petani” ungkap Hendry.
Saat ini pengembangn komoditi bawang merah memang sedang menjadi ‘tren’ bagi petani di tanah Gayo ini, karena dalam dua tahun terakhir, harga komoditi ini relatif stabil, sehingga petani sangat diuntungkan dengan membudidayakan komoditi ini. Selain varietas unggul lokal “Lasun Gayo” yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian sebagia varietas unggul lokal pada tahun 2017 yang lalu, petani Gayo juga mulai mengembangkan varietas Batu Ijo yang ternyata punya daya adaptasi yang cukup baik di dataran tinggi serta produktivitasnya juga cukup tinggi.
*) Staf Dinmas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, kontributor berita dan artikel pertanian di media cetak dan online.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32