Ciptakan Kebersamaan, Distanbun Aceh Gelar Out Bound

Kategori : Feature Sabtu, 06 Oktober 2018

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang dibentuk pada awal tahun 2017 sebagai implementasi Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Instansi ini sejatinya bukan lembaga baru, hanya merupakan hasil ‘merger’ dari tiga instansi yang sudah ada sebelumnya yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan dan Bidang Penyuluhan pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh. Akibat penggabungan tiga instansi ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh akhirnya menjadi instansi ‘gemuk’, karena sebagian besar pegawai dari ketiga instansi tersebut kemudian juga bergabung dalam satu atap di lembaga ini. Saat ini lebih dari 200 orang pegawai bergabung dalam instansi yang sejak mei 2018 lalu dipimpin oleh A. Hanan, SP, MM.
Secara teknis, sebenarnya tidak ada masalah, karena ketiga instansi sebelumnya masih dalam satu sektor yaitu sektor pertanian. Pembagian struktur menjadi bidang-bidang, hanyalah untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi dari masing-masing pegawai, sehingga program-program pertanian yang sudah direncanakan sebelumnya di instansi asal, tetap bisa dilanjutkan dalam wadah baru ini. Namun bergabungnya ratusan pegawai tersebut, mau tidak mau berkonsekuensi pada kondisi psikologis dari para pegawai yang baru bergabung dalam satu atap tersebut, dan itu membutuhkan adaptasi untuk menyesuaikan diri bekerja di lingkungan baru dengan teman kerja yang baru pula. Meski visi dan misi instansi ini sudah jelas, namun masih ada sebagian pegawai yang masih ‘terbawa’ oleh situasi di kantor lama mereka, sehingga acap terjadi benturan-benturan kecil akibat miskomunikasi, meskipun secara umum tidak sampai mengganggu kinerja instansi.


Rekatkan silaturrahmi melalui kegiatan Out Bound
Meski sudah lebih dari setahun bergabung dalam satu instansi, namun ganjalan-ganjalan psikologis, terkadang masih terjadi diantara para pejabat maupun karyawan, ini ditengarai akibat masing-masing personel masih mempertahankan ‘ego sektoral’ yang merupakan efek dari latar belakang instansi asal yang berbeda. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, baik langsung maupun tidak langsung, sedikit banyak akan berpengaruh pada kinerja instansi tersebut.
Kondisi inilah yang kemudian ‘terbaca’ oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan, SP, MM yang kemudian menggagas acara kumpul bareng seluruh jajaran instansi yang dipimpinnya dalam sebuah acara non formal yang di’bungkus’ dengan nuansa kekeluargaan. Mrespon masukan dari berbagai pihak, akhirnya muncullah ide untuk menggelar ‘Out Bound’ yang diperuntukkan bagi seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.
Tidak mau berlama-lama dengan ide tersebut, Hanan segera merealisasikan ajang silaturrahmi seluruh jajarannya itu. Meski dengan pesiapan mendadak, namun berkan sinergi yang baik dari semua pihak yang terlibat, akhirnya acara out bound tersebut sukses digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (29-30 September 2018) kemarin. Difasilitasi oleh Kepala SMK PP Saree, M. Amin, SP, MP dan Kepala BLPP Aceh, drh. Ahdar, MP, sekitar 200 karyawan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, tumpah ruah dan larut dalam kegembiraan dalam acara silaturrahmi yang digelar di alam terbuka di komplek Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Saree, Aceh Besar ini.


Berbagai acara yang lebih bersifat hiburan, digelar dalam ajang out bound ini, suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun begitu kental terlihat dalam acara yang mengusung tema ‘Kita bermain, kita tertawa dan kita menjadi bermakna’ itu.
Raut kegembiraan jelas terpancar di wajah para aparatur pertanian itu, baru kali ini mereka bisa berkumpul bersama dalam suasana kebersamaan, sejenak melepaskan diri dari kepenatan akibat aktifitas rutin mereka. Sekat-sekat yang selama ini menjadi ganjalan psikologis bagi mereka, lebur sudah dalam nuansa kekeluargaan. Sesuai dengan temanya, peserta out bound tanpa kecuali terlibat dalam berbagai permainan bermuatan edukasi, yang selain menghibur juga merupakan wahana pembelajaran bagi para peserta. Diselingi humor-humor ringan dari para peserta, merekapun larut dalam canda tawa layaknya sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul bersama. Nuansa out bound memang di’setting’ dalam suasana santai, sehingga semua peserta seperti terlepas dari beban rutinitas mereka.
“Sekarang kita sudah menjadi satu keluarga besar, tentunya ikatan silaturrahmi diantara kita harus tetap kita jaga dan kita pertahankan, kita boleh berbeda bidang dalam urusan teknis, tapi kita tetap satu visi, satu misi dan satu tujuan yaitu mewujudkan Aceh Hebat dan mensejahterakan petani, untuk itu marilah kita jaga silaturrahmi diantara kita, kebersamaan kita pada saat ini, harus menjadi kebersamaan kita saat kita kembali pada aktifitas kita, jangan sampai ada ganjalan psikologis diantara kita yang dapat mengganggu kinerja dinas kita’ ungkap Hanan saat membuka out bound yang disambut dengan aplaus meriah dari seluruh peserta out bound.
Lebih lanjut Hanan menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan, kunci utamanya adalah kebersamaan, karena dalam satu wadah tidak mungkin masing-masing berjalan sendiri- sendiri.


“Untuk apa kita disatukan dalam satu instansi kalau kita masih berjalan sendiri-sendiri, sekarang tidak ada lagi orang perkebunan, orang tanaman pangan, orang hortikultura dan orang penyuluhan, yang ada hanya satu yaitu kita sebagai keluarga besar Dinas Pertanian dan Pekebunan Aceh, sinergi dan kebersamaan adalah kunci sukses kita dalam mencapai tujuan” lanjut Hanan.
Dalam suasana kebersamaan dialam terbuka tersebut, semua sekat perbedaan tidak terlihat lagi, bahkan tidak ada batas antara atasan dan bawahan, mereka lebur menjadi satu dalam Susana kekeluargaan. Terlihat Kepala Dinas, Sekretaris, dan para Kepala Bidang larut dalam permainan bersama para staf dan karyawan, tidak ada kecanggungan diantara mereka, begitu juga ketika mereka menikmati makan bersama, tidak ada perbedaan dantara mereka.
Dipilihnya kawasan Saree sebagai lokasi out bound memang sangat tepat, udaranya yang sejuk dan panorama alam yang indah, membuat para peserta merasa nyaman berada di alam terbuka itu. Suasana seperti inilah yang sejatinya sudah mereka rindukan sejak mereka bergabung dalam satu atap, dan sang Kepala Dinas yang memang menghendaki kebersamaan diantara ankan buahnya ini, kemudian mewujudkan ‘mimpi’ mereka.
Kembali ke tempat tugas mereka usai mengikuti rangkaian acara out boeund, ada spirit baru dalam benak para aparatur pertanian Aceh ini. Semoga semanagt baru ini akan mampu meningkatkan kinerja mereka dalam upaya mensejahterakan petani Aceh. Kegiatan seperti ini, mestinya juga menjadi inspirasi bagi instansi pertanian di kabupaten/kota yang rata-rata sekarang juga telah bergabung dalam satu wadah, karena tanpa kebersamaan, mustahil bisa mencapai tujuan.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32