KEGIATAN INSIMINASI BUATAN TERNAK SAPI

Kategori : Government Rabu, 26 Desember 2018

Program utama Kementerian Pertanian yang terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak berbasis sumberdaya domestik khususnya ternak sapi potong, maka digenjot produksi di setiap wilayah, daerah dan kabupaten kota di Indonesia. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan populasi ternak. Peningkatan secara kuantitas ini dapat dilakukan melalui sistem perkawinan secara Inseminasi Kawin Alam (IKA) dan Inseminasi Buatan (IB).
Program Insiminasi Buatan (IB) sangat memungkinkan mengatur kelahiran anak sapi dengan baik. Sapi induk bunting hasil IB dapat meningkatkan nilai jual lebih tinggi dibanding ternak hasil kawin alami. Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi potong dalam jangka pendek bisa membantu memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi dan dalam jangka panjang berdampak peningkatan ekonomi peternak.
Inseminasi adalah salah satu teknik dan Inovasi untuk membantu proses reproduksi dengan cara menyemprotkan sperma yang telah dipreparasi atau diproses ke dalam rahim menggunakan kateter dengan tujuan membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi pembuahan..
Pengembangan ternak dengan teknologi Insiminasi ini ternyata sangat efektif bagi peternak, Insimnasi dapat memperbaiki mutu genetik ternak , meningkatkan efesiensi kelahiran, mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan angka kelahiran secara cepat dan teratur.
Petugas atau pemilik ternak harus tahu tanda-tanda ternak sapi birahi biasanya ternak suka naik ke punggung ternak yang lain dan napsu makan terus berkurang. Ciri lain pada sapi birahi vulpa (alat kelamin) kelihatan Abuh (bengkak), Angat (panas) dan Aubang ( kemerahan).
Pada kondisi birahi peternak segera melaporkan kepada petugas lapang agar sesegera mungkin diberikan insiminasi buatan (IB) dan wajib bunting itu berlaku bagi sapi yang sedang mengalami masa birahi.
“ KARMAN “ Salah satu petugas Insiminator yang sangat profesional di kabupaten Aceh Tengah, ia sudah membantu ratusan peternak dataran tinggi Gayo memperoleh anak sapi yang sehat dan mungil dari hasil insiminasi.
Menurut pengalaman petugas yang tinggal di Bukit Pediwi ini bahwa peroses insiminasi dinyatakan berhasil 25 % apabila dalam waktu 18 – 21 hari sapi sudah selera makan seperti biasa ciri birahinya sudah hilang kemudian tinggal pemeliharaan masa buntingnya,
Insiminator yang satu ini bukan saja terampil menjadi penghulu sapi , tetapi juga sangat berpengalaman membantu peroses kelahiran anak sapi. Disaat induk sapi meraung dalam detik-detik melahirkan datanglah ia dengan tangan dingin memberi pertolongan sampai tuntas, sehingga petani menganggap kehadirannya sebagai juru penyelamat rizki. Insiminator dari bidang peternakan ini selalu mengaktifkan telephone genggam miliknya, agar para petani dan kelompok tani bisa menghubungi setiap saat.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah H. JUANDA,SP berharap kepada petani dan kelompok tani yang bergerak dalam usaha pengembangan ternak hendaklah mempunyai kontak person dengan petugas lapangan agar segala kendala di lapangan dapat lebih cepat di tangani, pernyataan ini selalu disampaikan kepada para kepala Balai Penyuluhan Pertanian di 14 wilayah kerja.
Kerja keras dan pengabdian dalam upaya khusus pengembangan ternak di tanah Gayo, KARMAN sudah banyak mendapat sertifikat dan penghargaan dari berbagai pihak, diantaranya dari Presiden Republik Indonesia sebagai “PETUGAS TERBAIK”. Pada tahun 2017 di Cibobor)*
)* Abdurrahman //PP Aceh

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32