“GELIAT” PETANI TEMBAKAU ACEH TENGAH DI BONDO WOSO

Kategori : Government Kamis, 22 Agustus 2019

     

   

Dok.Bidbun

     Takengon 17 Agustus 2019 Enam petani Tembakau asal Aceh Tengah diberangkatkan ke Bondo Woso Jember Jawa Timur melakukan Magang didampingi ANISAH,SP bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan study banding dan pembelajaran bagi peserta mulai dari system manajemen pengelolaan tanaman Tembakau, perencanaan, tehnik budidaya, panen pasca panen dan pemasaran yang diduga lebih maju dari pola pelaksanaan yang ada di daerah.

Dok.Bidbun

      Peserta magang yang dikirim pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah adalah anggota kelompok tani DEDINGIN kampung Gele Pulo binaan Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Bintang. Kepada peserta diharapkan untuk melihat dari dekat seluruh aktivitas petani maju untuk digali terus seluruh metode dan teknologi baru untuk dibawa ke daerah sebagai modal pengembangan fotensi yang ada demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah JUANDA,SP saat melepas peserta dari kota dingin Takengon.


1.    Penerapan Manajemen Kelompok Tani
      Kelembagaan kelompok tani tembakau yang ada pada objek Magang ternyata sudah begitu permanen, mereka diikat dengan Asosiasi , sehingga mudah untuk melakukan koordinasi dalam segala kepentingan baik menyangkut administrasi maupun penerapan tekhnologi.

  

Dok.Bidbun

     Senin 19 Agustus 2019 peserta magang menuju desa Kaliwates untuk bertemu kelompok Karya Tani yang bermitra dengan koperasi Agrobisnis “Taru Tama Nusantara” bernotaben bidang Penelitian dan Pengembangan. Petani asal Aceh Tengah dituntun melihat persiapan tanam dan pengolahan tanah sesuai tehnis, pembuatan drainase dan bedengan. Dilihat dari sudut kelembagaan seluruh kelompok tani tanaman tembakau di Jawa Timur sudah bergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sehingga seluruh aktivitas yang teragenda bagi tamu yang datang mendapat pelayanan dari Asosiasi tersebut.


2. Teknik Pengelolaan Usaha Tani
     Kelompok tani sebagai pelaku utama dalam mengelola usaha taninya sudah mampu membuat Analisa Usaha dan kelayakan usaha, sehingga apa yang mereka lakukan sudah terarah kepada nilai Agribisnis yang sebenarnya. Pengolahan tanah sesuai tehnis lebih menguntungkan dari pada model acak-acakan. Apa lagi menyangkut dengan kualitas benih yang digunakan, mereka sangat lebih teliti asal-usul benih dan kemurnian benih itu sendiri.
Menjamin ketersediaan hasil panen setiap musim mereka menentukan pola tanam yang serentak sesuai hamparan dan luasan yang direncanakan agar komoditas tembakau yang diusahakan mendapat harga pasar yang stabil.

  

Dok.Bidbun

3. Pengolahan Hasil dan Pemasaran


    Hasil panen tembakau petani yang berada dibawah Asosiasi selain adanya jaminan kualitas, produk ini juga mempunyai hak paten yang dilindungi oleh Inkasi Geografis (IG) seperti halnya kopi Arabika Gayo di Takengon Aceh Sumatera. Tembakau hasil panen anggota kelompok tanmi yang dibawah Asosiasi sepenuhnya dapat ditampung sebagai bahan baku pembuatan rokok  di pabrik Cerutu Boss Image Nusantara (BIN) Sigar Jember Jawa Timur.   Pihak manajemen  BIN  merasa optimis  di Aceh  suatu saat juga akan berdiri pabrik Cerutu setelah  tembakau yang diproduksi mencukupi kuota kebutuhan  bahan  baku. 

  

DokBidbun

    Setelah diadakan keterunutan tentang hasil perkebunan tembakau yang diusahakan kelompok tani bersama mitra kerja dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia di Jember layak untuk dikembangkan di daerah lain termasuk di dataran tinggi tanah Gayo Takengon, demikian diungkapkan ANISAH,SP pemandu kegiatan magang petani tembakau Aceh Tengah kepada penulis lewat via telphon selulernya)*

 )Anisah/ Abdur.

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32